Rabu, 27 Agustus 2014

(CurrentMeter)


background_cover_Prakarti Inovasi.jpgAlat Ukur Arus
(Currentmeter)
Dibuatnya Laporan Ini Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Teknik Penulisan dan Presentasi











Nama     :              Agimeka Prakasa Natapradja (02113011)
                              Luthfi Janu Fathah (02113017)
                              Ria Fitrianti (02113016)


ST-INTEN Bandung (Sekolah Tinggi Ilmu Sains dan Teknologi Bandung)

DAFTAR ISI

Daftar Isi i
BAB I (PENDAHULUAN) 1
1.      Latar Belakang 1
2.      Rumusan Masalah 1
3.      Tujuan Penelitian 2
BAB II (PEMBAHASAN) 3
1.      Pengertian Currentmeter 3
2.      Cara Penggunaan, Pengukuran, dan Perhitungan 4
3.      Kategori Currentmeter 7
a.         Current meter denganpengukuran non-otomatik 7
b.        Current meter denganpengukuranotomatik 7
4.      Pemeliharaan Currentmeter 7
BAB III (PENUTUP) 9
1.      Kesimpulan 9
2.      Daftar pustaka 9


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Currentmeter atau dikenal juga dengan alat ukur arus, biasanya digunakan untuk mengukur aliran pada air rendah. Alat ini merupakan alat pengukur kecepatan yang paling banyak digunakan karena memberikan ketelitian yang cukup tinggi. Kecepatan aliran yang diukur adalah kecepatan aliran titik dalam satu penampang aliran tertentu. Prinsip yang digunakan adalah adanya kaitan antara kecepatan aliran dengan kecepatan putar baling-baling currentmeter.
Dari kecepatan yang didapatkan dari alat ukur arus, maka akan didapatkan debit pada suatu aliran tersebut. Pengukuran debit pada aliran air ini (saluran/sungai) memerlukan 2 pengukuran yaitu luas penampang aliran dan kecepatan aliran. Pengukuran luas penampang sungai dapat dilakukan dengan mudah apabila lokasi stasiun telah ditetapkan, dan dilakukan pengukuran yang cermat tentang bentuk penampang sungai di stasiun tersebut.
Dalam praktek terdapat dua cara pengukuran debit, yaitu pengukuran langsung (direct measurement) dan pengukuran tidak langsung (indirect measurement). Cara pertama misalnya dilakukan dengan ‘currentmeter’,sedangkan cara kedua dengan dasar ‘slope area, velocity area’, dan beberapa konstruksi khusus.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa itu Currentmeter?
2.      Bagaimana cara menghitung kecepatan air dan debit air, juga perhitungannya?
3.      Kategori Currentmeter?
4.      Bagaimana pemeliharaan Currentmeter?

C.     Tujuan Penelitian
1.      Untuk mengetahui apa itu pengertian Currentmeter/ lebih mengenal alat pengeukur kecepatan/ debit air (Currentmeter).
2.      Dapat mengetahui cara penggunaan alat Currentmeter dan cara perhitungannya setelah pengukuran arus air.
3.      Ada beberapa jenis Currentmeter yang dapat kita ketahui dan kita dapat mengetahui masing-masing fungsinya.
4.      Kita dapat mengetahui cara pemeliharaan alat Currentmeter dengan benar sehingga alat Currentmeter terjaga kondisinya.


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Currentmeter
Current meter adalah alat ukur debit yang digunakan untuk pengukuran debit air di sungai. Alat ini terdiri dari sensor kecepatan yang berupa baling-baling propeller, sensor optik, pengolah data. Unsur yang diambil yaitu luas penampang sungai dan data kecepatan air. Dengan adanya data kecepatan air dan luas penampang sungai maka akan dapat menentukan debit air dengan menggunakan rumus yaitu kecepatan air dikali luas penampang sungai. Metode ini cocok digunakan mengukur kecepatan air antara 0,2-5 m/detik dan pada sungai yang memungkinkan pengukur masuk ke dalam aliran dengan aman. Seluruh current-meter mekanik mengukur kecepatan dengan melakukan pengubahan gerakan linear menjadi menjadi angular.
Sebuah current-meter yang ideal harus memiliki respon yang cepat dan konsisten dengan setiap perubahan yang terjadi pada kecepatan air, dan harus secara akurat dan terpercaya sesuai dengan komponen velositas. Juga harus tahan lama, mudah dilakukan pemeliharaan, dan simpel digunakan dengan kondisi lingkungan yang berbeda-beda. Indikator kinerja tergantung pada inertia dari rotor, gerakan air, dan gesekan dalam bearing.
Secara umum current meter yang biasa dipergunakan memiliki dua tipe : dengan “verctical axis meter” dan “axis meter horizontal”. Dalam kedua perbedaan tersebut rotasi dan rotor dari propeller dipergunakan untuk menentukan kecepatan arus laut sesuai dengan pengaturan pada current-meter. Sebelum current-meter ditempatkan, hubungan antara rotasi dan kecepatan dengan mempergunakan “towing tank”.
Tiga type dari alat ukur kecepatan dengan mempergunakan hukum Faraday. Dimana konduktor (air) menggerakkan daerah medan magnet (diubah dengan kumparan berbeda kutub) yang menghasilkan voltase dengan adanya arus air. Jadi secara umum ada tiga jenis yang sering dipergunakan saat ini, prinsip electromagnetik dengan mengukur kecepatan mempergunakan hukum Faraday dengan menyatakan bahwa air mengakibatkan perubahan medan magnetik yang ada dalam bidang yang telah diatur sehingga menghasilkan tegangan yang berbeda secara linear sebanding dengan kecepatan arus.
B.     Cara Penggunaan, Pengukuran Currentmeter dan Cara Perhitungan Hasil Ukur
Pengukuran debit dengan menggunakan current meter (alat ukur arus) dilakukan dengan cara merawas, dari jembatan, dengan menggunakan perahu, dengan menggunakan winch cable way dan dengan menggunakan cable car.
Apabila pengukuran dilakukan dengan kabel penggantung dan posisi kabel penduga tidak tegak lurus terhadap muka air, maka kedalaman air harus dikoreksi dengan besarnya sudut penyimpangan.

Pengukuran debit dengan current meter
Pengukuran dengan merawas dilakukan apabila kedalaman air tidak lebih dari 1,2 m dan kecepatan air lebih kecil dari 1 m/detik, apabila kedalaman dan kecepatan arus air lebih dari kriteria tersebut maka pengukuran dapat dilakukan dengan menggunakan alat bantu pengukuran yang lain.
Sedangkan dalam pengukurannya sebagai berikut:
Metode ini menggunakan alat Currentmeter, dengan cara Currentmeter diturunkan ke dalam aliran air dengan kecepatan penurunan yang konstant dari permukaan dan setelah mencapai dasar sungai diangkat lagi ke atas dengan kecepatan yang sama. Pada metode ini terdapat dua metode, diantaranya metode mid area dan metode mean area.
     Pada metode mid area, currentmeter diturunkan ke dalam aliran air bendungan tepat di tengah  perbatasan daerah yang dibatasi, sedangkan pada metode mean area, currentmeter diturunkan ke dalam aliran air bendungan tepat garis perbatasan daerah yang dibatasi. Pada praktikum kali ini, praktikan melakukan metode mid area.
     Untuk mengukur kecepatan aliran digunakan rumus: V= 0,120 N + 0,005 (m/s), dimana N adalah jumlah putaran per detik. Setelah diperoleh kecepatan aliran (V), maka debit aliran dapat dihitung dengan menggunakan rumus debit: Q = V x A (m3/s).
TABEL DATA
DAERAH
ULANGAN
PUTARAN
WAKTU
1
1
100
14.41

2
100
10.57

3
100
11.22
2
1
100
14.00

2
100
11.31

3
100
10.94
3
1
100
14.50

2
100
11.19

3
100
11.25
                  



PENGOLAHAN DATA

Daerah I :         ∑ Putaran = 100 + 100 + 100 = 300
     Rata-rata waktu = 14.41 + 10.57 + 11.22 = 12.07 detik
     N = 300/12.07 = 24.85 putaran/det
Daerah II:        ∑ Putaran =  100 + 100 + 100 = 300
     Rata-rata waktu = 14.00 + 11.31 + 10.94 = 12.08 detik
     N = 300/12.08 = 24.83 putaran/det
Daerah III:      ∑ Putaran =  100 + 100 + 100 = 300
     Rata-rata waktu = 14.50 + 11.19 + 11.25 = 12.31 detik
     N = 300/12.31 = 24.37 putaran/det

V pada daerah I          : 0.120 (24.85) + 0.005 = 2.987 m/s
V pada daerah II         : 0.120 (24.83) + 0.005 = 2.9846 m/s
V pada daerah III       : 0.120 (24.37) + 0.005 = 2.9294 m/s

Panjang : 78 / 3 = 26 cm = 0.26 m
Lebar    : 75 cm = 0.75 m
A1 = A2 = A3
A = 0.26 x 0.75 = 0.195 m2
A total = A1 + A2 + A3 = 0.585 m2

Q1 = 0.195 x 2.9846 = 0.582 m3/s
Q2 = 0.195 x 2.9846 = 0.581 m3/s
Q3 = 0.195 x 2.9294 = 0.571 m3/s
Q rata-rata = 0.582 + 0.581 + 0.571 = 0.578 m3/s





C.     Kategori Currentmeter
Current meter dapat pula dibagi kedalam dua kategori berdasarkan metode  pengukurannya. Kedua jenis current meter tersebut menurut adalah :
1.         Current meter dengan pengukuran non-otomatik, yaitu current meter dengan cara pengukuran atau perekaman data kecepatan arus yang harus dilakukan langsung oleh seseorang untuk membacanya, biasanya alat ini ditempatkan pada suatu struktur tertentu.
2.         Current meter dengan pengukuran otomatik, yaitu current meter yang merekam data kecepatanarus tanpa selalu harus langsung diperiksa oleh pengguna, Biasanya tipe ini memiliki sarana penyimpanan data yang cukup untuk jangka waktu pengukuran tertentu.
Karena banyaknya pengelompokan current meter, maka pada topik kali ini akan banyak membahas tentang jenis current meter “verctical axis meter” dan “axis meter horizontal” yang umum dikembangkan oleh British Columbia.
D.    Pemeliharaan Currentmeter
Untuk memelihara kondisi current meter yang sangat wajib dilakukan adalah pembersihan alat, sehingga sangat penting adalah peran operator dalam mengatasinya. Karena memang hanya dibutuhkan waktu sedikit untuk membersihkan, tetapi sangat  substansial untuk menghindari masuknya partikel-partikel seperti pasir dan juga korosi yang dapat mengganggu kinerja current meter.
Dalam setiap mengakhiri suatu penelitian, sebaiknya segera dilakukan juga pengamatan alat untuk memastikan alat tersebut masih dapat dipergunakan dengan baik.
Secara khusus pada beberapa current meter type “Horizontal Axis” baling-baling harus dilepas dari meteran pengukur dan juga minyak yang menempel harus dihilangkan. Berring harus dibersihkan mempergunakan anti korosi atau dapat dengan mempergunakan bensin, dan harus memiliki lapisan   pelindung yang dilepas sebelum dipergunakan. Sebelum current meter dipergunakan, batangan penyangga harus dilapisi dengan minyak pelumas untuk mempermudah gerakan current meter saat diturunkan.



BAB III
PENUTUP
1.      Kesimpulan
Currentmeter atau dikenal juga dengan alat ukur arus, biasanya digunakan untuk mengukur aliran pada air rendah. Alat ini merupakan alat pengukur kecepatan yang paling banyak digunakan karena memberikan ketelitian yang cukup tinggi. Pengukuran debit dengan menggunakan current meter (alat ukur arus) dilakukan dengan cara merawas, dari jembatan, dengan menggunakan perahu, dengan menggunakan winch cable way dan dengan menggunakan cable car. Untuk mengukur kecepatan aliran digunakan rumus: V= 0,120 N + 0,005 (m/s), dimana N adalah jumlah putaran per detik. Setelah diperoleh kecepatan aliran (V), maka debit aliran dapat dihitung dengan menggunakan rumus debit: Q = V x A (m3/s). Current meter dapat pula dibagi kedalam dua kategori berdasarkan metode  pengukurannya yaitu Current meter dengan pengukuran non-otomatik,dan Current meter dengan pengukuran otomatik. Untuk memelihara kondisi current meter yang sangat wajib dilakukan adalah pembersihan alat, sehingga sangat penting adalah peran operator dalam mengatasinya.

2.      Daftar Pustaka


Tidak ada komentar:

Posting Komentar